Home. Incoming search terms: /
5 MANFAAT EMOSI
Dalam pembahasan ini perlu kiranya kita mengetahui sejauh mana emosi dapat bermanfaat bagi manusia.
Adapun manfaat-manfaat tersebut antara lain:
Survival :
yaitu emosi yang berfungsi sebagai perjuangan untuk bertahan hidup. (sebagai contoh ketika seseorang lapar maka tergeraklah orang itu untuk berkerja / mencari makan).
Energizer :
Yaitu emosi sebagai pembangkit energi, yang memberikan kegairahan dalam kehidupan manusia. (ketika kita mencintai orang di satu kantor, tentu kita akan bersemangat datang untuk bekerja. Atau sebaliknya jika kita putus cinta maka merasa hari-hari suram dan tidak berenergi untuk bekerja).
Messeger :
Yaitu emosi merupakan sebagai pembawa pesan. (Pada saat melihat wajah teman yang sedang sedih, tentu kita tidak bisa bergurau sembarangan seperti pada saat teman kita nampak sedang bergembira).
Reinforcer :
Yaitu berfungsi untuk memperkuat pesan atau informasi yang disampaikan. (Sewaktu mengatakan kalimat “Apakah anda mengerti maksud saya?” dengan nada biasa atau datar. Beda dengan “Anda mengerti tidak maksud saya?!” dengan nada marah sambil menunjuk-nunjuk orang yang ditanya.
Balancer :
Yaitu emosi sebagai penyeimbang hidup. (Ketika sedih kehilangan orang yang dicintai lalu kita menangis. Atau melihat kejadian lucu kita tertawa).
Emosi memiliki fungsi-fungsi vital bagi manusia. Emosi yang dialami manusia menjadikan manusia mampu menimbulkan respon berdasarkan informasi yang diterimanya. Misal target sales anda tidak tercapai, tentunya anda akam merasakan kurang puas yang mendorong anda kearah lebih baik.
Manfaatkan Emosi anda untuk sesuatu yang berguna Salam
READ MORE - 5 MANFAAT EMOSI
5 MANFAAT EMOSI

Dalam pembahasan ini perlu kiranya kita mengetahui sejauh mana emosi dapat bermanfaat bagi manusia.
Adapun manfaat-manfaat tersebut antara lain:
Survival :
yaitu emosi yang berfungsi sebagai perjuangan untuk bertahan hidup. (sebagai contoh ketika seseorang lapar maka tergeraklah orang itu untuk berkerja / mencari makan).
Energizer :
Yaitu emosi sebagai pembangkit energi, yang memberikan kegairahan dalam kehidupan manusia. (ketika kita mencintai orang di satu kantor, tentu kita akan bersemangat datang untuk bekerja. Atau sebaliknya jika kita putus cinta maka merasa hari-hari suram dan tidak berenergi untuk bekerja).
Messeger :
Yaitu emosi merupakan sebagai pembawa pesan. (Pada saat melihat wajah teman yang sedang sedih, tentu kita tidak bisa bergurau sembarangan seperti pada saat teman kita nampak sedang bergembira).
Reinforcer :
Yaitu berfungsi untuk memperkuat pesan atau informasi yang disampaikan. (Sewaktu mengatakan kalimat “Apakah anda mengerti maksud saya?” dengan nada biasa atau datar. Beda dengan “Anda mengerti tidak maksud saya?!” dengan nada marah sambil menunjuk-nunjuk orang yang ditanya.
Balancer :
Yaitu emosi sebagai penyeimbang hidup. (Ketika sedih kehilangan orang yang dicintai lalu kita menangis. Atau melihat kejadian lucu kita tertawa).
Emosi memiliki fungsi-fungsi vital bagi manusia. Emosi yang dialami manusia menjadikan manusia mampu menimbulkan respon berdasarkan informasi yang diterimanya. Misal target sales anda tidak tercapai, tentunya anda akam merasakan kurang puas yang mendorong anda kearah lebih baik.
Manfaatkan Emosi anda untuk sesuatu yang berguna Salam
Home. Incoming search terms: /
Faktor yang mempengaruhi pekerjaan
Yang harus dimengerti oleh individu dalam memilih pekerjaan ) adalah sebagai berikut :
1. Karakteristik individu dan pengalamannya
2. Situasi pribadi individu
3. Lingkungan individu
4. Faktor yang tak terkendali atau tak diramalkan
1. Karakteristik individu dan pengalamannya, disini dibedakan menjadi :
a.karakteristik dalam aspek psikologisnya yang terdiri dari faktor-faktor :
1) intelegensi, intelegensi merupakan kecerdasan umum yang ikut mendukung dalam pemecahan masalah-masalah yang ada dalam hubungannya dengan tugas perkembangan. Seorang yang berinteligensi tinggi pada umumnya lebih tertarik pada pekerjaan-pekerjaan yang memberi tantangan kepadanya, memebutuhkan kreativitas, tidak sekedar menggunakan “tenaga otot” saja, tetapi pekerjaan yang berdimensi mental yang tinggi
Berdasarkan atas penelitian tersebut maka dapat diperkirakan bahwa tingkat jabatan tertentu.membutuhkan tingkat intlegensi tertentu membutuhkan tingkat intelegensi tertentu. Dengan menggunakan data test psikologis, dapat memberikan arti yang lebih luas bila dihubungkan dengan klasifikasi jabatan. Oleh shertser dan stone dikemukakan bahwa ada petunjuk bahwa tingkay intelegensi yang lebih rendah dapat digunakan untuk menunjukkan kemungkinan kurangnya sukses dalam beberapa pekerjaan yang membutuhkan intelegensi tinggi.
2. Bakat (Apttitude)
Bakat adalah kemampuan khusus seseorang dalam satu atau beberapa bidang, yang dapat menunjukan keistimewaannya bila mendapatkan latihan. Bakat merupakan kemampuan yang bersifat native, dimana struktur dasar neurologis dan anatomis, serta lingkungan ikut berperan dalam pengembangannya. Apabila seseorang yang bekerja sesuai dengan bakatnya, akan menimbulkan kecocokan, kesenangan dan timbulnya semangant kerja yang tinggi, mampu mengembangkan diri dan akhirnya mencapai produktivitas kerja yang tinggi pula. Hal ini sesuai dengan prinsip: the right man on the right place.
Bakat seseorang dapat diketahui melalui pemilihan bakat dengan tes bakat (apptitude test). Menurut Bhum and Blinsky, tes dibedakan menjadi dua macam, yaitu:
a. Test bakat mechanical
Tes bakat ini mengkur tingkat perseptual, sepatial, visualization maupun motor abilitis
b. Tes bakat clerical
Tes bakat ini megukur tingkat penguasaan kata (bahasa) atau word fluency, verbal comprehension, numerical ability, typing, achivement.
3. Minat (Interest)
Menurut Fryer minat merupakan kunci pokok untuk berbagai situasi yang penting. Minat merupakan salah satu sumber rasa tertarik seseorang terhadap suatu hal, sehingga menurut Strong minat mendorong seseorang untuk mengerjakan apa yang diinginkan dan merupakan pemberi arah secara umum ke mana seseoarang akan bertindak agar memperoleh kepuasan dan kenikmatan dalam hidupnya
Menurut Strong berdasarkan atas penyelidikannya dengan menggunakan tes minat jabatan (yaitu SVIB), minat seseorang itu daat diramalkan sebagai berikut:
1. Pada umur 15-20 tahun minat seseorang cenderung masih berubah-ubah
2. Pada umur 20-25 tahun lebih stabil
3. Pada umur 25-30 tahun perubahan minat itu sangat kecil.
Untuk mengetahui minat jabatan beberapa alat di kemukakan antara lain :
- SVIB : strong vocational interest blank
- VIM : vocational interest measurement di buat oleh Darley dan Hagenah
- The kuder preference record
- Thustone interest schedule
4. Minat jabatan di tunjukkan oleh pemilihan pekerjaan yang di sukai yang mengarahkan aktifitas – aktifitas terhadap sesuatu jabatan. Menurut bordin, dalam minat jabatan ( vocational interest) terdapat 3 macam arah, yaitu :
1.Pandangan yang statis yaitu minat jabatan yang sudah tidak berubah sesudah individu mencapai kemasakan ( maturitas).
2.Pandangan yang dinamis yaitu minat jabatan di pandang sebagai hasil dari pengaruh psikologis dan karena itu individu merubah sesuai dengan perubahan dalam keseimbangan psikologisnya.
3.Pandangan yang empiris , yang di dalamnya terdapat seperangkat pilihan – pilihan yang dapat membedakan orang – orang yang sukses dalam berbagai pekerjaan terhadap orang yang kurang sukses.
Tentang macamnya minat jabatan, kuder dengan menggunakan alat preference record, membedakan adanya 9 macam daerah minat yaitu :
1. Mechanichal : misalnya electrician , boiler maker, gunsmith, riveter, upholsterer.
2. Computational : occountant, statistictian, math teacher, actuary
3. Scientifice : biologist, phisician, paychologist, veterinarian, oculist.
4. Persuasive : billcollector, buyer, politician, salesman, radio announcer.
5. Artistic : architest, designer, artist, sculptor.
6. Literate : austhor, teacher of languages, histarian, journalist, actor.
7. Musical : accompanist, musical composer, radio singer, musician.
8. Social service : sosial worker, teacher, psychiatrist, farm adviser.
9. Elerical : file clerk, mail clerk, stenegrafer, typist.
Selain itu dari ke 9 daerah minat itu masih terdapat banyak yang lain, yang merupakan kombinasi dari ke 9 itu masing – masing.
Spranger , yang kemudian di ikuti oleh allport dan vernon, membedakan minat jabatan menjadi 6 macam, yaitu : theoritical, aesthetic, religional, social, economic, and political.
READ MORE - Faktor yang mempengaruhi pekerjaan
Faktor yang mempengaruhi pekerjaan

Yang harus dimengerti oleh individu dalam memilih pekerjaan ) adalah sebagai berikut :
1. Karakteristik individu dan pengalamannya
2. Situasi pribadi individu
3. Lingkungan individu
4. Faktor yang tak terkendali atau tak diramalkan
1. Karakteristik individu dan pengalamannya, disini dibedakan menjadi :
a.karakteristik dalam aspek psikologisnya yang terdiri dari faktor-faktor :
1) intelegensi, intelegensi merupakan kecerdasan umum yang ikut mendukung dalam pemecahan masalah-masalah yang ada dalam hubungannya dengan tugas perkembangan. Seorang yang berinteligensi tinggi pada umumnya lebih tertarik pada pekerjaan-pekerjaan yang memberi tantangan kepadanya, memebutuhkan kreativitas, tidak sekedar menggunakan “tenaga otot” saja, tetapi pekerjaan yang berdimensi mental yang tinggi
Berdasarkan atas penelitian tersebut maka dapat diperkirakan bahwa tingkat jabatan tertentu.membutuhkan tingkat intlegensi tertentu membutuhkan tingkat intelegensi tertentu. Dengan menggunakan data test psikologis, dapat memberikan arti yang lebih luas bila dihubungkan dengan klasifikasi jabatan. Oleh shertser dan stone dikemukakan bahwa ada petunjuk bahwa tingkay intelegensi yang lebih rendah dapat digunakan untuk menunjukkan kemungkinan kurangnya sukses dalam beberapa pekerjaan yang membutuhkan intelegensi tinggi.
2. Bakat (Apttitude)
Bakat adalah kemampuan khusus seseorang dalam satu atau beberapa bidang, yang dapat menunjukan keistimewaannya bila mendapatkan latihan. Bakat merupakan kemampuan yang bersifat native, dimana struktur dasar neurologis dan anatomis, serta lingkungan ikut berperan dalam pengembangannya. Apabila seseorang yang bekerja sesuai dengan bakatnya, akan menimbulkan kecocokan, kesenangan dan timbulnya semangant kerja yang tinggi, mampu mengembangkan diri dan akhirnya mencapai produktivitas kerja yang tinggi pula. Hal ini sesuai dengan prinsip: the right man on the right place.
Bakat seseorang dapat diketahui melalui pemilihan bakat dengan tes bakat (apptitude test). Menurut Bhum and Blinsky, tes dibedakan menjadi dua macam, yaitu:
a. Test bakat mechanical
Tes bakat ini mengkur tingkat perseptual, sepatial, visualization maupun motor abilitis
b. Tes bakat clerical
Tes bakat ini megukur tingkat penguasaan kata (bahasa) atau word fluency, verbal comprehension, numerical ability, typing, achivement.
3. Minat (Interest)
Menurut Fryer minat merupakan kunci pokok untuk berbagai situasi yang penting. Minat merupakan salah satu sumber rasa tertarik seseorang terhadap suatu hal, sehingga menurut Strong minat mendorong seseorang untuk mengerjakan apa yang diinginkan dan merupakan pemberi arah secara umum ke mana seseoarang akan bertindak agar memperoleh kepuasan dan kenikmatan dalam hidupnya
Menurut Strong berdasarkan atas penyelidikannya dengan menggunakan tes minat jabatan (yaitu SVIB), minat seseorang itu daat diramalkan sebagai berikut:
1. Pada umur 15-20 tahun minat seseorang cenderung masih berubah-ubah
2. Pada umur 20-25 tahun lebih stabil
3. Pada umur 25-30 tahun perubahan minat itu sangat kecil.
Untuk mengetahui minat jabatan beberapa alat di kemukakan antara lain :
- SVIB : strong vocational interest blank
- VIM : vocational interest measurement di buat oleh Darley dan Hagenah
- The kuder preference record
- Thustone interest schedule
4. Minat jabatan di tunjukkan oleh pemilihan pekerjaan yang di sukai yang mengarahkan aktifitas – aktifitas terhadap sesuatu jabatan. Menurut bordin, dalam minat jabatan ( vocational interest) terdapat 3 macam arah, yaitu :
1.Pandangan yang statis yaitu minat jabatan yang sudah tidak berubah sesudah individu mencapai kemasakan ( maturitas).
2.Pandangan yang dinamis yaitu minat jabatan di pandang sebagai hasil dari pengaruh psikologis dan karena itu individu merubah sesuai dengan perubahan dalam keseimbangan psikologisnya.
3.Pandangan yang empiris , yang di dalamnya terdapat seperangkat pilihan – pilihan yang dapat membedakan orang – orang yang sukses dalam berbagai pekerjaan terhadap orang yang kurang sukses.
Tentang macamnya minat jabatan, kuder dengan menggunakan alat preference record, membedakan adanya 9 macam daerah minat yaitu :
1. Mechanichal : misalnya electrician , boiler maker, gunsmith, riveter, upholsterer.
2. Computational : occountant, statistictian, math teacher, actuary
3. Scientifice : biologist, phisician, paychologist, veterinarian, oculist.
4. Persuasive : billcollector, buyer, politician, salesman, radio announcer.
5. Artistic : architest, designer, artist, sculptor.
6. Literate : austhor, teacher of languages, histarian, journalist, actor.
7. Musical : accompanist, musical composer, radio singer, musician.
8. Social service : sosial worker, teacher, psychiatrist, farm adviser.
9. Elerical : file clerk, mail clerk, stenegrafer, typist.
Selain itu dari ke 9 daerah minat itu masih terdapat banyak yang lain, yang merupakan kombinasi dari ke 9 itu masing – masing.
Spranger , yang kemudian di ikuti oleh allport dan vernon, membedakan minat jabatan menjadi 6 macam, yaitu : theoritical, aesthetic, religional, social, economic, and political.
Langganan:
Postingan (Atom)





















